Why KL?

Mmm.. Ga kerasa udah setaun lebih ngga nulis di sini. Dan ternyata tulisan terakhir gue adalah sebuah perpisahan sekaligus awal perjalanan gue merantau. Dan gue masih inget pada saat gue nulis post terakhir itu gue masih dalam suasana euforia yang luar biasa. Euforia karena gue merasa berhasil menapak babak baru dalam hidup gue. Err.. Pardon me to write in Indonesian language. I’m not i a mood to write in english for now.๐Ÿ˜‰

Satu pertanyaan yang lumayan sering gue hadapin setelah hijrah ini adalah kenapa KL? Kenapa ngga Singapore, Bangkok, atau bahkan di Eropa sekalian. Dan gue akan coba jawab di sini. Mudah-mudahan sih bisa memberi sedikit pencerahan atau bahkan inspirasi jika mau mulai merantau.

Alasan utama kenapa gue pilih KL, ya karena cuma KL yang bukain pintu buat gue. Hahaha.. It’s the truth. Seperti yang gue pernah ungkapkan di postingan sebelum, gue mencoba untuk merantau ke Singapore juga. Ada beberapa kota juga yang sempet gue lemparin CV, seperti Berlin, Dublin, bahkan San Fransisco. Yaa yang manggil cuma KL. Ada panggilan juga di Singapore tapi rasanya gue gagal lanjut ke tahap berikutnya.

Tapi yang gue patut syukuri adalah pindah ke KL tidak sesulit untuk pindah ke kota-kota lain. Sebagai komparasi, kalau pada saat itu gue hijrah ke Singapore, entah berapa besar modal yang harus gue siapin untuk bulan pertama hidup gue di sana. Dengan gagahnya nilai tukar SGD ke IDR, hampir dipastikan modal gue untuk hijrah mencapai 3 sampe 4 kali lipat dibanding gue hijrah ke KL. Nilai tukar MYR ke IDR masih bisa dibilang oke laah. Dan gue hijrah bukan cuma modal badan dan baju untuk diangkut, banyak biaya yang harus gue keluarin sendiri. Yaaa mungkin gue ngga seberuntung beberapa orang yang biaya hijrahnya full dicover oleh perusahaannya.

Alasan kedua untuk memilih KL adalah dari segi ibadah. Malaysia yang memang negara muslim dan cukup relijius memudahkan gue untuk beribadah di sini. Surau (musholla) jauh lebih gampang buat ditemuin daripada Singapore. Bahkan di sini kayaknya lebih banyak wanita berhijab dibanding di Jakarta. Belum lagi banyaknya orang Indonesia di sini jadi memungkinkan untuk adanya komunitas muslim. Dan alhamdulillah gue dipertemukan dengan orang-orang ini sehingga gue yang lagi mendalami lebih tentang agama merasa dimudahkan.

Memang ngga sepenuhnya islami juga di sini. Karena di sini relatif lebih terbuka untuk pendatang, jadi kadang-kadang masih suka ketemu aja sama bule yang pakaiannya agak nyentrik. Dan juga kadang etnis lain non Melayu kalo lagi pergi bajunya agak lebih berani. Bahkan di kantor gue sendiri yang emang perusahaan Fashion, beberapa wanita sangat berani dalam berpakaian. Mungkin ini lebih ke minusnya kantor ini.

Alasan ketiga makanan. Kemiripan budaya antara Indonesia dan Malaysia jadi berkah tersendiri buat gue. Adaptasi gue sama makanan ngga pake susah. Dan gue belajar untuk nerima banyak budaya makanan baru. Misalnya dari timur tengah. Banyaknya TKI juga membuka pintu untuk banyaknya orang Indonesia yang jualan makanan. Jadi kalo lagi kangen sama masakan Padang, Gulai, Soto, Sate, sampe Rawon gue ga perlu nunggu pulang buat makan itu. Cuma satu yang gue belom nemu : Sop Kaki Kambing!

Alasan keempat, jarak. Bisa dibayangin seandainya gue kerja di Eropa. Mungkin niat untuk bisa pulang tiap bulan harus gue kubur dalem-dalem. KL – JKT bisa ditempuh dengan waktu 2 jam penerbangan. Harga tiket pun masih oke. Dari sharing beberapa temen, tiket PP SG – JKT lebih mahal. Apalagi kalo dari Eropa. Hahahaha..

Dan alesan yang terakhir yaitu temen. Temen yang sama-sama orang Indonesia cukup banyak gue temuin di sini. Bahkan di kantor gue sendiri pun lumayan banyak. Dan selalu menyenangkan ketemu orang baru, dari berbagai macam profesi. Satu hal yang sangat gue syukuri dengan kepindahan gue ke sini. Bahkan beberapa udah menjadi sahabat. Mungkin bener juga kata beberapa temen yang udah merantau duluan, semakin jauh dari kampung halaman, semakin akan membuat kita merhargai teman-teman yang kita temui di tempat itu. Dan gue bersyukur bisa bertemu orang-orang hebat yang baik hati di sini.๐Ÿ™‚

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s