Movie Review : Toy Story 3

Toy Story 3 menang golden globe sebagai film animasi terbaik. Si mbah cukup senang dengan pencapaian film ini. Padahal ngga ada hubungan apa-apa sih sama nih film. Tapi si mbah turut seneng karena emang film kartun yang satu ini layak untuk jadi yang terbaik. Agak lama emang si mbah bisa nonton film ini, penuh perjuangan dan penuh kesabaran. Kesabaran nunggu DVD originalnya keluar sampe akhirnya nonton sendiri di rumah. Dan penantian itu emang ga sia-sia.

Toy Story 3 emang dapet banyak banget review yang bagus. Bahkan di situs tomat itu, film ini dapet 99% review bagus. Nyaris 100%. Walaupun ga mungkin mempengaruhi tambahan rating di situs itu, dan ga ngaruh juga karena ngga mungkin bisa jadi 100%, si mbah bakalan me-review film ini. Dan pastinya untuk sih mbah Toy Story 3 layak mendapatkan rating yang bagus. Ada beberapa kekurangan yang bikin si mbah ga bisa kasih nilai 100%. Tapi film ini layak dapet nilai 95%.

Kita bahas dulu ceritanya, buat yang belom nonton (spoiler alert). Ceritanya adalah tentang Andy, pemilik semua mainan tokoh utama di Toy Story sudah beranjak dewasa dan akan segera pergi kuliah. Andy pun diminta untuk memilih mainan apa saja yang akan dibawanya ke kuliah, untuk ditaro di loteng,  yang akan dibuang, atau disumbangkan. Kesalahpahaman menyebabkan para mainan tersebut nyaris dibuang. Woody yang terpilih untuk menemani Andy di tempat kuliahnya pun berusaha menolong teman-teman mainannya agar tidak terbuang. Namun para mainan terlanjur sakit hati karena merasa dibuang oleh Andy, dan memutuskan untuk masuk ke kotak yang akan disumbangkan ke sebuah sekolah anak-anak. Di sekolah itulah petualangan para mainan bermula. Mulai dari menghadapi sang penguasa sekolah yaitu Lotsohuggin’ dan antek-anteknya Ken, Big Baby dsb. Sampai perjuangan para mainan untuk keluar dari sekolah tersebut untuk kembali ke Andy.

Cerita di Toy Story 3 bener-bener disusun dan mengalir dengan baik. Dari adegan pembukanya yang menggambarkan masa-masa indah saat para mainan masih dimainkan oleh Andy hingga ending yang sangat bagus. It’s a smart ending. Maaf si mbah ngga bisa bilang endingnya seperti apa karena ga mau ngerusak mood yang belom nonton. Tapi Toy Story 3 punya ending yang sangat bagus dan juga mengharukan. Kalo buat si mbah sih ngga sampe bikin nangis. Tapi menurut beberapa review yang si mbah baca, beberapa orang bener-bener menangis pada bagian ending ini.

Kenapa si mbah bilang film ini mengalir dengan baik? Karena alur film ini memang ditata dengan baik. Penempatan adegan yang sedih, senang, lucu, bahkan menegangkan ditempatkan dengan baik sepanjang film ini. Selalu ada kelucuan di antara adegan-adegan yang (seharusnya) menegangkan. Like a roller coaster, film ini akan mengajak emosi Anda berada dalam perjalanan naik turun yang menyenangkan.

Terlepas dari kekurangan seperti karakter mainan jahat di film ini mungkin bisa bikin anak kecil takut sama mainan beruang lucu, ada juga boneka bayi yang memiliki tato, film ini sangat layak buat ngedapetin penghargaan. Bagaimana dengan film-film animasi lain seperti Despicable Me, How To Train Your Dragon, etc.? Film-film itu juga bagus, tapi tidak sebagus To Story 3. Nanti si mbah akan review Despicable Me. Tapi untuk sekarang, buat yang belom nonton, ayoo nonton!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s