Waspada Penipuan Berkedok Mau Beli / Ngontrak Rumah

Pertama-tama, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena si mbah mulai jarang update lagi. Alibinya adalah banyak banget kesibukan si mbah dan hal-hal kecil yang harus ditangani. Dan ternyata hal-hal kecil itu sungguh amat sangat merepotkan. Tapi yaa si mbah ngga aka menelantarkan blog ini kok. Buktinya si mbah tetep respon kalo ada comment yang masuk (walau masih sedikit).

Nah kali ini si mbah mau ngasih peringatan buat rekan-rekan yang sedang jualan rumah, mobil, atau apapun yang sifatnya dipasang di iklan dan dimuat dalam sebuah media, entah itu media cetak ataupun media elektronik. Mungkin sudah banyak yang jadi korban atau cerita ini adalah cerita klise, tapi ga ada salahnya si mbah memperingatkan kembali. Karena ternyata penipuan modus seperti ini masih sangat banyak prakteknya. Dan kalau kita ga waspada, kita bisa jadi korban.

Ceritanya dimulai kira-kira satu minggu yang lalu, si mbah pasang iklan rumah dikontrakkan di sebuah situs internet. Belom sampai satu jam iklan itu dipasang, tiba-tiba ada SMS yang masuk ke HP si mbah yang menyatakan berminat. Si mbah yang pertama kali berurusan dengan hal seperti ini tentunya senang dan menanggapi dengan serius. Kira-kira begini isi SMS nya :

Maaf…
Saya Ibu SRY LESTARI mengenai RUMAH DISEWAKAN yg kemarin, itu netnya berapa tlong hub suami saya untuk nego bpk DANI ANWAR tlp: 081283643177
thank’z

Setelah itu si mbah SMS memberikan penawaran. Dan ga lama kemudian orang itu pun nelpon si mbah. Awalnya akting orang itu sungguh amat sangat bagus dan si mbah jelas-jelas udah kemakan sama aktingnya. Dia bercerita kalau dia kerja di dekat situ, orang tua istrinya dekat dengan rumah saya, anaknya pun kuliah di sekitar situ. Dan dia meyakinkan si mbah agar jangan sampai rumah itu dilepas ke orang lain. Setelah tawar menawar harga, orang itu pun menyatakan deal dan ingin transfer DP hari itu juga. Dengan alasan agar istrinya ngga cari lokasi lain.

Dari situ seharusnya si mbah sudah curiga, karena orang itu belom liat rumahnya, lokasinya, bahkan bertatap muka dengan si mbah pun belum tapi sudah percaya dan langsung ingin DP. Tapi dasar si mbah belom connect, jadi si mbah masih kemakan aja. Tapi si mbah konsultasi sama istri tentang harga, dan ternyata (untungnya) sang istri ga setuju sama harganya. Jadi si mbah telpon lagi si penipu itu untuk mengajukan penawaran baru. Anehnya, kalau tadi dia sempat nawar mati-matian harganya, setelah si mbah tawarkan harga baru dengan alasan ada orang lain yang ngasih penawaran lebih tinggi, orang itu ga mikir panjang langsung menyatakan ga masalah.

Si mbah sempet heran, cuma karena ini adalah calon pembeli potensial (setidaknya itu di pikiran si mbah) jadi si mbah nyatakan, DEAL! Dan DP siap dikirim. Setelah sholat si mbah berdoa, bersyukur atas lancarnya proses jualan si mbah. Tapi ngga lama setelah sholat, si mbah feelingnya langsung ga enak. Tiba-tiba ngerasa curiga sama pembeli itu. Akhirnya si mbah cek lagi isi SMSnya. Ditelaah ulang percakapan antara si mbah dan si penipu, dan juga cari-cari informasi tentang penipuan dengan modus ini. Dan ternyata sudah banyak sekali yang jadi korban. Si mbah pun mulai mempersiapkan skenario untuk ngetest si penipu ini.

Akhirnya si penipu nelpon dan bilang kalo DP sudah ditransfer. Dengan tenang si mbah bilang akan ngecek via internet banking. Sesuai dugaan, duit transfer sama sekali ga ada yang masuk. Lagi-lagi dengan tenang si mbah SMS si penipu dan bilang kalo uangnya belom masuk. Dan sesuai skenario / modus busuknya, si penipu nelpon dengan nada panik mempertanyakan uang yang belom masuk itu. Dan si mbah dengan tenang menjelaskan kalo mungkin ada kesalahan teknis dari BCA dan si penipu harap menunggu. Tapi dia ngotot. Ya udah, si mbah minta nomor transaksi yang ada di struk transfer. Dengan senang hati dia ngasih nomor itu. Dan si mbah bilang akan cek ke teman si mbah yang kerja di BCA. Dari situ si penipu udah mulai kehilangan harapan untuk nipu si mbah. Dan sampai sekarang si penipu itu ga berani nelpon lagi buat nanyain uangnya yang “hilang”.

Saran si mbah, jangan cepet-cepet seneng kalo barang jualan kita “laku”. Pastiin orangnya bener. Paling ngga tatap muka deh. Trus harus ada perjanjian di atas kertas dan materai supaya kuat. Walaupun kalo ada masalah, siapa sih yang mau ke pengadilan. Tapi paling ngga lebih aman. Dan setelah kejadian ini belom ada lagi orang yang nelpon menyatakan berminat sama rumah si mbah. Ada rekan-rekan yang berminat? :p

3 thoughts on “Waspada Penipuan Berkedok Mau Beli / Ngontrak Rumah

  1. wkkk, sama mbah dengan yg saya alami. Nama dan no hp si penipu juga sama. saya ketemu blog ini, juga tanya mbah gogel pake no hp si penipu.
    Hati-hati buat rekan rekan yang lain.

  2. @angelll : wah skrg mah penipuan macem2 dan udah pada canggih… cuma begonya masih ada juga… :p

    @agus S : alhamdulillah postingan ini bisa menggagalkan usaha penipuan ini.. sengaja ngasih nomor telponnya karena si mbah yakin si penipu pasti akan make nomer yang sama untuk beberapa hari.. tetep waspada aja broo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s