Movie Review : I am Sam

Malem minggu kemaren si mbah nonton sebuah film lama yang diputer di HBO. Udah lama banget ngga nonton film itu dan pas si mbah cek jadwal film itu bakal ditayangin, si mbah dengan sabar menunggu jamnya. Filmnya adalah I am Sam. Setelah lama ngga nonton, film itu ternyata masih memberi efek yang sama pada saat pertama kali si mbah nonton film itu. Yaitu bikin terharu dan terenyuh. Setiap permainan emosi yang ada di film itu si mbah ikutin dengan baik. Baik saat senang, lucu, bahkan saat sedih. Sutradaranya harus dikasih jempol yang banyak.

Mungkin udah banyak yang nonton film ini, jadi ceritanya akan si mbah jabarin dengan lengkap aja. Pada suatu hari, Sam, seorang pria yang memiliki keterbelakangan mental, IQ rendah, dan sedikit autisme memiliki seorang putri hasil hubungannya dengan seorang wanita tunawisma. Putri kecil itu diberi nama Lucy, sesuai lagu The Beatles (great band ever), Lucy in The Sky With Diamonds. Karena emang bagi Sam, dia diajari oleh tetangganya sejarah The Beatles sampe detil.

Nah suatu ketika Lucy yang sudah semakin besar dan kecerdasannya mulai melebihi ayahnya, membuat khawatir orang-orang di sekitarnya bahwa ayahnya akan menghambat perkembangan Lucy. Di sinilah konflik cerita sebenernya dimulai. Yaitu dimulainya perjuangan Sam untuk tetap dapat tinggal bersama anaknya. Mulai dari menyewa pengacara terbaik Rita hingga berusaha mendapatkan promosi dan pekerjaan yang menghasilkan uang tambahan agar masa depan Lucy tetap terjamin.

Emosi-emosi saat adegan persidangan, drama untuk tiap tokoh utama dalam film ini sangat menghiasi film ini dengan baik. Dan permainan emosi itu yang bikin si mbah dan juga istri si mbah bisa sangat terharu saat menonton film ini. Belum lagi akting Sean Penn, Michelle Pfeifer, dan Dakota Fanning yang sangat baik bahkan meyakinkan. Gimana Seann Penn mendalami aktingnya sebagai seorang penderita keterbelakangan patut dapet jempol yang banyak lagi. Bahkan hampir dapet penghargaan Oscar untuk perannya ini.

Tapi yang bikin si mbah makin seneng sama film ini adalah Soundtracknya. Soundtrack film ini menggunakan lagu-lagu The Beatles yang diaransemen ulang oleh musisi-musisi yang keren. Mulai dari Sherryl Crow, The Balck Crowes, Sarah McLachlan, dan banyak lagi. Semua diaransemen ulang dengan baik tanpa menghilangkan unsur musikalitas The Beatles yang super jenius.

Anehnya di review orang-orang, film ini punya skor yang ngga begitu bagus. Tapi kalo untuk si mbah, film ini layak dapet skor tinggi 80%. Yah selera setiap orang beda-beda. Dan ngga setiap orang bisa dapet efek yang sama saat nonton film.

Oh ya, ada satu film lagi yang si mbah tonton yaitu Knight and Day di mana pemaennya adalah Tom Cruise dan Cameron Diaz. Tapi berhubung film itu ngga oke banget, jadi si mbah males ngereviewnya. Langsung ke skornya aja lah ya. 35%. Sorry Tom Cruise’s fans.  :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s