Movie Review : How to Train Your Dragon

Nah, ini dia film animasi menarik dari DreamWorks studio, How to Train Your Dragon. Si mbah berani ngasih poin tinggi untuk film ini, 90%. Karena film ini sangat bagus, dari sisi cerita maupun grafis. Sangat menghibur. Dan film ini juga yang bikin si mbah jadi semakin seneng nonton film-film animasi di rumah. Di rumah masih ada A Christmas Carol dan Arthur menunggu untuk ditonton.

Oke langsung bahas tentang filmnya aja. Film ini harusnya dan lebih enaknya ditonton dalam format 3D. Tapi sayangnya TV si mbah belom support 3D, masih 2D aja. Tapi rasanya sudah cukup banget buat nikmatin film ini, dengan detail grafis yang luar biasa, rasanya setiap gambar bahkan setiap pixel yang ada di film ini serasa nikmat banget. Ga perlu pake kacamata 3D nya, nuansa 3D nya udah cukup kerasa walaupun ngga gimana-gimana banget.

Film ini si mbah bilang bagus karena dia pinter mengatur alur dari setiap adegan-adegannya. Kapan harus ada ketegangan, kapan harus ada kesedihan, dan kapan kita dipancing untuk ketawa. Bisa dibilang 75% durasi film ini untuk menghibur dan membuat kita ketawa, tapi seperti film-film yang laen, kalo full ketawa aja jadinya ngga seru bukan? Hehehe…

Sinopsis singkat filmnya : Alkisah di sebuah desa viking, penduduknya sering sekali diganggu oleh para naga. Dan seluruh penduduknya, terutama kaum pria adalah pemburu naga yang hebat. Bahkan keberhasilan membunuh naga menjadi prestasi yang luar biasa hebat di desa itu. Namun ada seorang pemuda bernama Hiccups yang kurus, kecil, dan sangat berbeda jauh dari penduduk lainnya yang besar dan gagah. Apalagi ayah Hiccups adalah ketua desa itu yang meiliki prestasi membunuh naga yang sangat baik.

Ingin mendapatkan penghargaan dari ayahnya, Hiccups pun mencoba memburu naga yang paling ditakuti yaitu Night Fury, belakangan diberi nama Toothless. Hiccups berhasil menangkap naga itu, namun tak ada yang mempercayainya. Hingga akhirnya saat Hiccups ingin membunuh sang naga, namun ketika melihat tatapan mata sang naga, Hiccups pun mengurungkan niatnya. Seiring berjalannya waktu mereka pun bersahabat, Toothless sudah seperti peliharaan pribadi Hiccups. Bahkan Toothless membantu Hiccups untuk meraih prestasi luar biasa di kelas memburu naga.

Karena prestasinya tersebut, Hiccups mendapat “hadiah” untuk membunuh naga. Tentu saja Hiccups tak mau membunuh sang naga dan mencoba menunjukkan pada penduduk desa bahwa sebenarnya para naga bisa menjadi sahabat. Namun ayahnya yang kecewa membuat usaha Hiccups gagal dan sang naga mengamuk. Toothless yang menyadari “majikannya” dalam bahaya pun datang menyelamatkan. Namun berujung pada pengakapan Toothless. Dan Toothless pun dipaksa untuk menunjukkan sarang naga. Belakangan baru diketahui kalau ternyata di sarang naga itu ada yang membuat naga-naga itu terpaksa mengganggu ternak di desa mereka.

Untuk endingnya nonton sendiri aja yah. Lagipula seperti kebanyakan film animasi yang ada, selalu happy ending kok. Tapi film ini sangat layak untuk ditonton sekeluarga. Nanti kalau anaknya si mbah udah bisa nonton, film ini pasti dikenalin ke dia. Karena ada pesan yang bagus. Salah satu yang bisa si mbah tangkap adalah, jangan percaya dengan penampilan luar yang garang dan jahat, karena ternyata di setiap makhluk / orang, pasti ada kebaikan. Selamat menonton yaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s