Movie Review : Robin Hood

Hi All, maaf beberapa hari ini belom sempet ngisi lagi. Banyak banget kerjaan dan juga sedang asyik menikmati hiburan di rumah.  Hehehe.. Nanti si mbah akan membahas tentang hiburan itu. Ditunggu saja postingannya. Yang pasti cukup menarik kok. Untuk sekarang si mbah akan membahas tentang film yang baru saja si mbah tonton, yah lagi-lagi di rumah. Maklum sampe sekarang niat untuk nonton di Bioskop belom kesampean.

Film yang akan si mbah bahas sekarang adalah Robin Hood (2010).  Kenapa ada angka 2010-nya? Karean film ini adalah film Robin Hood yang kesekian kali dibuat. Kalo ngga salah terakhir adalah versinya Kevin Costner dengan soundtrack abadinya “Everything I do, I do it for you”. Dan film ini bisa dibilang semacam reboot atau penggambaran ulang karakter Robin Hood agar lebih menarik. Seperti halnya reboot karakter Batman di film Batman Begins. Dan menurut si mbah pribadi, “it works!” Karakter Robin Hood jadi lebih berkharisma, entah karena pembawaan akting dari Russel Crowe yang cukup apik.

Untuk cerita filmnya, singkat saja, tentang Inggris di abad ke 12 yang sedang mengalami kejayaan di era raja Richard the Lionheart. Sayang sekali beliau meninggal dalam peperangan yang mengakibatkan posisi raja digantikan oleh adiknya John. John memiliki teman, Sir Godfrey, yang akhirnya mengkhianatinya dengan bersekongkol dengan raja Phillips dari Prancis untuk menginvasi Inggris. Robin Hood dibantu teman-temannya harus berupaya untuk menggagalkan invasi pasukan Prancis itu dan membunuh Sir Godfrey.

Bagusnya film Robin Hood ini adalah begitu detailnya sejarah asal mula Robin Hood diceritakan. Bagaimana dia mendapatkan nama Robin of Loxley, padahal nama aslinya dalah Robin Longstride. Bagaimana tirani raja John dimulai. Intinya adalah semacam prequel terhadap kisah Robin Hood yang kita kenal. Memang ada beberapa cerita yang agak berbeda dengan dongeng seperti Marion sudah menjadi istri dari Robin di film ini, padahal menurut dongeng justru Robin harus bertarung dalam suatu lomba untuk mendekati Marion. Juga raja John sudah memiliki istri padahal di dongeng, raja John berusaha mati-matian untuk mendapatkan cinta Marion. Dan juga banyak perbedaan lainnya.

Tetapi perbedaan itu semua tidak menghilangkan elemen hiburan yang bisa kita dapatkan dari film ini. Dan kalau si mbah boleh menilai, film ini patut mendapat 85%. Kalau rekan-rekan sekalian senang dengan kisah-kisah epik seperti Braveheart, Gladiator dan sejenisnya. Film ini jangan sampe dilewatkan. Highly Recommended.

Masih ada satu film bagus lagi yang baru aja si mbah tonton, tapi tunggu postingan selanjutnya aja yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s