FokeYou : Banjir Jakarta

Bagaimana hari Anda kemaren? Apakah seindah harinya si mbah? Rasanya sebagian warga Jakarta yang keluar rumah kemaren entah itu untuk bekerja atau ada keperluan lainnya merasakan betapa indahnya jakarta pada tanggal 25 Oktober 2010. Mungkin tidak seindah suasana pada saat tahun 2007 lalu yang kalau menurut si mbah jauh lebih indah, tapi keindahan hari itu mungkin pertanda akan datangnya hari-hari indah lainnya di depan.

Keindahan kemaren bisa dilihat dengan munculnya sungai-sungai baru. Menandakan adanya sistem pengairan baru untuk mengatasi krisis air bersih yang juga sedang dialami jakarta. Mungkin sungai-sungai baru itu sedikit kotor dan munculnya tidak di tempat yang semestinya. Tapi cukup indah juga melihat sungai tersebut menghiasi rumah-rumah yang menjadi pinggirannya.

Keindahan lainnya adalah jarang-jarang pemda kota jakarta membuka lahan parkir yang sangat luas. Dan lebih baik lagi, gratisss… Ngga ada pos pembayaran parkir. Mau parkir satu jam, dua jam, ato empat jam pun oke. Syaratnya, kalo kendaraan lain yang parkir bubar, kita juga harus ikut bubar.

Ah… yang tak terlupakan adalah jenis lautan baru yang muncul kemaren. Betapa tidak indah saat kita ada di atas gedung, melihat ke bawah begitu banyak benda-benda bulat berwarna warni yang terkumpul bagaikan sebuah lautan. Yup, itulah lautan helm yang menjadi pemandangan indah di Jakarta kemaren.

Preettttt… Kalau bisa, semua kata indah tersebut mungkin harusnya diberi tanda kutip. Karena sebagai warga Jakarta yang terjebak dalam situasi luar biasa seperti kemaren, bisa menimbulkan stress yang cukup tinggi. Bisa dilihat dari banyaknya status-status di fesbuk dan tuiter yang menggambarkan betapa kesalnya warga Jakarta yang terjebak dalam kemacetan dan kebanjiran yang melanda. Mungkin belom separah beberapa tahun lalu. Tapi kita mengarah ke sana, perlahan tapi pasti.

Situasi seperti kemaren emang agak sulit untuk dibawa enjoy. Tapi kalo kita hilangkan semua amarah, dan mencoba membuat situasi yang bisa bikin kita seneng, ngga bakalan terlalu tinggi stressnya. Kayak si mbah kemaren yang rela bertahan di kantor sampai jam 21.30 baru nekat pulang, akhirnya bisa sampai juga di rumah walau harus muetr jauh untuk menghindari-sungai-sungai dadakan itu. Itupun sempat tertahan beberapa menit untuk menganalisa apakah banjir yang menghadang di jalan kapt tendean bisa ditrabas atau tidak. Tapi si mbah lebih memilih jalur yang jauh tapi lancar dan bebas banjir daripada nekat.

Yah, si mbah cuma bisa berdoa, mudah-mudahan jakarta bisa dibenahi dengan sebaik-baiknya supaya ngga ada lagi kejadian seperti semalam. Kalaupun kejadian lagi, si mbah mau buka bisnis pop mie keliling aja deh. Lumayan buat mengibur orang-orang yang kelaperan yang kejebak macet. Hal positif lainnya yang bisa kita dapatkan dari kejadian kemaren adalah lahirnya sebuah kata baru : “FokeYou”… Ahahaha..

(si mbah ngga menyalahkan 100% si gubernur kumis ini atas kejadian kemaren, karena Jakarta emang udah kacau balau sejak lama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s