Clash of the Titans – Movie Review

Film telat berikutnya yang baru saja ditonton sama si mbah adalah Clash of the Titans. Udah lama banget si mbah pengen nonton film ini. Alasan utamanya adalah karena film-film jenis seperti ini yang si mbah doyan. Apalagi mitologi-mitologi Yunani dari sejak si mbah kecil sangat menarik. Jadi inget zaman dulu ketika si mbah merengek minta dibeliin ensiklopedi kisah dewa-dewa Yunani ke (alm) Ayahnya si mbah. Dan bisa baca buku yang sama sampe berkali-kali.

Oke lanjut ke filmnya. Pertama-tama untuk rating si mbah cuma bisa ngasih penilaian 65% fresh.  Entah kenapa seperti ada yang kurang dengan film ini. Entah apakaha filmnya kurang panjang, jadi alur ceritanya seperti yang “dimudahkan”. Atau spesial efeknya kurang realistis. Atau bisa jadi akting dan pemilihan aktor untuk pemainnya kurang bagus juga. Mungkin sosok Perseus yang digambarkan di film ini kurang gagah. Yang pasti seperti ada elemen yang kurang, sehingga pada saat menonton rasanya kurang enjoy. Tapi kemungkinan terbesat adalah film yang punya versi 3D nya tidak ditonton dalam keadaan 3D. (maklum TV 3D harganya ampun-ampunan.. hehehe.. :p )

Sinopsis singkatnya, film ini bercerita tentang Perseus, seorang setengah dewa, setengah manusia, hasil dari “perkosaan” Zeus dengan seorang ratu akibat dari sang raja yang menantang Zeus. Akhirnya dengan penuh kemarahan si raja membunuh sang ratu dengan harapan sang anak juga ikut mati, namun sang anak selamat. Film ini sendiri diawali dengan gambaran singkat bagaimana Perseus ditemukan oleh seorang nelayan yang kemudian menjadi ayah angkatnya. Setelah Perseus tumbuh besar, mereka menyaksikan patung Zeus sedang dirobohkan oleh sekelompok manusia yang kemudian habis dibantai oleh dewa Hades. Keluarga angkat Perseus ikut menjadi korban dari kejadian tersebut. Hades kemudian menghasut Zeus untuk memberi pelajaran pada manusia karena mencoba menentangnya.

Setelah disetuji oleh Zeus, Hades pun mendatangi raja yang mencoba untuk menantangnya, kemudia memberi ancaman jika putrinya, Andromeda, yang luar biasa cantik tidak dikorbankan untuk dewa-dewa, makan ia akan membangkitkan Kraken, seekor monster yang luar biasa menyeramkan. Perseus pun berniat untuk menentang aksi Hades (dewa-dewa untuk lebih tepatnya) dan menyelamatkan umat manusia. Maka petualangan Perseus untuk mengatasi The Kraken pun dimulai.

Ngga usah dianggap sebagai spoiler pun ceritanya sudah bisa ditebak endingnya. Karena memang film ini ceritanya cukup ringan. Ngga ada twist ato kejutan-kejutan berarti. Film yang enteng banget. Nikmatnya nonton film ini emang di bioskop dengan 3D nya. Tapi beberapa review yang si mbah dapet 3Dnya kurang afdol, jadi sama aja. Nonton di rumah juga udah cukup asal ditemani TV LED 32″ dengan mini Home Theatre 5.1. Hehehehe… (for the record : TV and Home theatre is still on my wish list)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s