Rasa takut diterima

Tadinya ga ada keinginan untuk bikin category khusus sih. Cuma si mbah rasa ga ada salahnya kalo si mbah bikin sebuah wadah untuk bisa menyalurkan apa yang si mbah dapat dari ceramah-ceramah jumat. Kebetulan juga topik hari ini cukup menarik. Ga ada maksud menggurui atau menceramahi, hanya ingin mengetuk sedikit hati pembaca. Dan mudah2an bisa memberikan manfaat.

Langsung ke topik hari ini, yang sebenernya panjang tapi si mbah ringkas supaya ngga terlalu panjang, yaitu rasa takut diterima dan harapan. Ini adalah dua rasa yang harus kita tanamkan dalam kehidupan kita. Mungkin diawali dari harapan dan usaha. Kita melakukan sesuatu tentunya ada sedikit harapan. Sadar ataupun tidak sadar. Sespontan apapun, pasti dalam hati kita ada sedikit harapan dari apa yang kita lakukan. Dan dalam apapun yang kita lakukan, pasti ada sedikit rasa takut apakah yang kita lakukan itu dapat diterima ato ditolak, baik oleh diri sendiri ataupun oleh orang lain. Tergantung pada harapan kita.

Analoginya sederhana. Kita melamar pekerjaan. Dalam melamar pekerjaan, tentunya ada harapan dari kita agar diterima oleh perusahaan itu. Kecuali pada saat Anda melamar Anda nothing to loose, diterima bagus, tidak diterima tidak apa-apa. Tapi sadar tidak sadar, pasti ada harapan Anda ingin memperoleh yang lebih baik. Lebih baik dalam kehidupan, penghasilan, ataupun kerjaannya itu sendiri. Kalau tidak ada harapan, kemungkinan besar Anda melakukannya karena terpaksa atau sekedar menjalankan kewajiban. Sebaik-baiknya apa yang Anda dapatkan bila Anda menjalankan sesuatu tanpa harapan, pastinya Anda tidak merasakan apa-apa. Sedikit keras, tidak mendapatkan manfaat apa-apa.

Untuk rasa takut diterima, sesuai analogi di atas, pastinya pada saat Anda melamar pekerjaan ada rasa takut apabila Anda tidak mendapatkan pekerjaan tersebut. Sebesar apapun rasa percaya diri Anda, pasti ada sebagian kecil rasa takut. Rasa takut ini nantinya bisa membuat Anda merasakan kebahagiaan yang sangat besar jika Anda diterima atau mendapatkan pekerjaan tersebut. Bila rasa takut itu tidak ada, mungkin perasaan Anda biasa-biasa saja pada saat mendapatkan pekerjaan itu.

Dikaitkan dengan agama, kedua rasa itu alangkah sangat indah jika diterapkan pada saat Anda beribadah. Harapan yang positif tentu saja Anda ingin mendapatkan pahala yang besar, atau bisa jadi Anda mengharapkan perubahan dalam hidup Anda. Tentunya perubahan yang positif. Jika Anda memiliki harapan tersebut, tentunya Anda akan melakukan yang terbaik dalam ibadah Anda agar harapan Anda terpenuhi. Hanya saja, bedanya dalam ibadah, mungkin jawaban atas pengharapan Anda tidak dirasakan dengan mudah. Bisa saja dirasakan dengan cepat, atau baru dirasakan setelah menunggu beberapa lama, bisa juga tidak dirasakan namun sesungguhnya sudah didapatkan.

Rasa takut ibadah Anda tidak diterima tentunya juga akan memicu Anda untuk melaksanakan ibadah sebaik mungkin. Tidak seperti melamar pekerjaan yang bisa Anda ketahui dengan mudah diterima atau tidaknya, dalam hal ibadah sangat sulit mengetahui apakah ibadah yang Anda lakukan diterima atau tidak. Karena sesungguhnya hanya Dia yang mengetahui.

Kedua rasa ini alangkah baiknya ditanamkan dalam diri kita, agar kita senantiasa melakukan yang terbaik dalam apapun yang kita lakukan. Apabila kita lakukan yang terbaik, InsyaAllah kita akan mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa kedua rasa ini, kemungkinan besar apa yang Anda lakukan bukan yang terbaik. Dan bisa jadi tidak akan membawa manfaat apapun untuk kita. Hanya buang-buang waktu dan tenaga.

Jadi, sebagai penutup tulisan ini, marilah kita tanamkan harapan dan rasa takut tidak diterimanya apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita. Beribadah atau apapun. Kedua rasa ini dapat memacu diri kita untuk senantiasa melakukan yang terbaik. Dan juga dapat mendorong kita untuk mencari tahu bagaimana caranya untuk melakukan yang terbaik. Mudah-mudahan dengan melakukan yang terbaik kita akan mendapatkan yang terbaik. InsyaAllah. Sekali lagi, tidak ada maksud menggurui atau menceramahi, hanya sekedar berbagi. Mudah-mudahan membawa manfaat untuk kita semua.

(Kayaknya kebanyakan mudah-mudahan. Tapi setidaknya si mbah mencoba menerapkan dua rasa di atas dalam tulisan ini. Harapan agar membawa manfaat dan rasa takut tulisan ini tidak berkenan atau tidak diterima oleh pembaca.🙂 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s