Suka Duka Komuter – Balada KRL Commuter Line dan MRT

•April 17, 2012 • Leave a Comment
Commuter Line

Commuter Line

Pada babak baru kehidupan si mbah ada sebuah petualangan baru yang menjadi bagian yang cukup penting untuk dilakukan yaitu menjadi seorang komuter. Yup! Mulai awal bulan April 2012 si mbah tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi (baca: sepeda motor) untuk pergi ke kantor. Si mbah sehari-hari menggunakan KRL commuter line. Yaaa.. sedikit melenceng dari cita-cita awal yang ingin kerja sehari-hari pake MRT, apa daya di Jakarta yang tersedia saat ini hanyalah KRL. :p

Tapi menggunakan KRL tiap hari adalah sebuah petualangan baru yang cukup unik. Selain mengurangi emisi CO2, walau mungkin ngga kerasa sama sekali efeknya, juga mengurangi stress di kala menghadapi macet atau perilaku lalu lintas Jakarta yang kayaknya makin hari makin tidak manusiawi. Ada beberapa stress baru yang datang juga tentunya. Misalnya, stress kalo si kreta datengnya terlambat jauh sekali dari jadwal. Atau terlalu penuh sampe si mbah bagaikan rumput yang pasrah terombang-ambing di dalam kreta karena ga dapet pegangan. Ato malah stress total karena kretanya berhenti beroprasi.

Kalo look and feelnya sih ga jauh beda kok sama MRT. Serius!!! Dari interiornya aja mirip. Karena emang kreta ini merupakan kreta bekas yang diimpor dari Jepang. Butkinya, masih banyak tulisan-tulisan dan petunjuk-petunjuk yang ditulis dalam bahasa Jepang, yang entah kenapa kok ngga dicopot sama PT. KAI. Apakah kalo dicopot garansinya ilang? Bisa jadi.

Diliat dari eksterior. Ya cukup beda jauh sih. Karena seumur-umur naek MRT di Singapore cuma sekali ngeliat bener-bener eksteriornya. Tapi KRL Commuter Line ini designnya cukup modern kok.

Diliat dari waktu tempuh. Kalo lancar sih cepet banget. Dari stasiun pondok ranji sampe stasiun tanah abang waktu tempuhnya 20 menit saja. Mungkin kalo pake motor bisa sih disamain waktunya. Walau harus sedikit brutal bawa motornya supaya bisa ngejar waktu segitu. Pake mobil? 20 menit itu paling baru nyampe rel kreta Bintaro!!! Tapi 20 menit itu dengan catetan : KALO LANCAR!! Yes, saya caps lock dua kata itu karena itu faktor utama yang cukup penting. Soalnya kalo lagi ga lancar bisa 5 menit sendiri diem nungguin kreta laen untuk lewat. Tapi overall sih belom pernah si mbah sampe lebih dari 20 menit di dalem kreta. Kecuali untuk kasus luar biasa yang akan si mbah bahas di posting lain. :)

Masih banyak banget yang perlu dibenahi di sistemnya supaya pelayanannya bener-bener maksimal dan bikin puas. Tapi yang cukup kerasa sih efek kurangnya gerbong atau rangkaian kreta. Jarak masing-masing jadwal itu terlalu jauh. Ada yang 10 menit, 15 menit, bahkan paling parahnya sampe 1 jam selisih waktunya. Jadi kalo udah ketinggalan jadwal mau ga mau harus nunggu 1 jam untuk naek kreta berikutnya. Atau relain tiket yang pertama dibeli, which is buang uang!

Semoga sih ke depannya si KRL ini bisa lebih teratur dan nyaman. Bisa kok. Si mbah optimis. Karena banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada pelayanan KRL. Yah.. itung-itung sambil nunggu hadirnya MRT di Jakarta yang konon katanya lagi dibangun. (tapi update progressnya ga ada gaungnya.. :p )

 

When you gotta leave it all behind

•March 14, 2012 • 2 Comments

Finally got the chance to write again in this long left blog. Dan kali ini si mbah akan menulis tenting sesuatu yang sebenernya udah cutup lama pingin dishare. But I never had the chance to write. So here it is, my first personal writing after such a long period.

Kalo diliat dari resolusi tahun 2011 si mbah, salah satu point-nya menyebutkan bahwa si mbah ingin terjun dan bekerja di sebuah perusahaan besar yang memiliki nama yang terkenal sehingga saat si mbah ditanya “kerja di mana?” si mbah dengan mantabh akan menyebutkan nama perusahaan tersebut tanpa harus menjelaskan perusahaan apa itu. Well, at least itu yang selama ini si mbah alami di dua perusahaan pertama si mbah. Selalu saja harus menjelaskan apa usaha perusahaan itu.

Dan kesempatan itu pun datang. Setelah main kucing-kucingan dengan absensi dan jatah cuti kantor, akhirnya si mbah pindah kerja ke sebuah perusahaan media digital terbesar di Indonesia. And the dream was come true. Kerja di perusahaan ini serasa kerja di tempat impian. Lingkungan yang menyenangkan. Fasilitas yang sangat mensejahterakan. Dan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri yang terbuka sangat lebar di sini. Ibarat maen game, kalo mau naek level dengan cepet, loe harus kerja di sini supaya experience loe bisa naik dengan signifikan. That is exactly what I’ve got.

Tapi hidup adalah sebuah perjalanan yang kita ngga pernah tahu ke mana arahnya. Kita akan selalu merasa apakah jalan yang kita jalani ini sudah tepat. Apakah jalan ini sudah merupakan jalan yang terbaik. Atau memang ada jalan lain yang lebih bagus. You’ll never know until you try.

Pertama kerja di perusahaan ini, si bah mengalami euphoria yang sancta besar. Tanpa sadder si bah sudah mencanangkan untuk menghabiskan sisa karir di tempt ini. Tapi si bah tidal menyadari bah sebum keputusan penting sebum perushaan akan membawa perubahan yang tidal sell data diterima oleo para karyawannya. Dan untuk si bah, keputusan perusahaan tersebut yang known katanya akan membawa kebaikan baggy perusahaan itu sender take data diterima dengan bake. Call me sceptic, or afraid of changes, but actually I’m not. If I am sceptic, I would never take this company’s offer from the first time. But I did accept it as a challenge for me, and see if I liked it. And it turns out that I don’t.

Sekarang si bah sudah memutuskan untuk mengambil japan lain. Meninggalkan perusahaan terabit yang perch dihinggapi si bah. Untuk mencoba kadidat perusahaan terabit lainnya. Kalo denger kata temen sih, “you need to know when you should quit!”. Si mbah pernah berpikir bahwa si mbah bisa terbiasa kembali dengan kebiasaan yang dulu pernah si mbah alami. Tapi ternyata beberapa perubahan dalam hidup membuat kebiasaan itu sudah tidak nyaman lagi.

Si mbah selama ini berpikir si bah adalah searing petulant. Si bah tidal perch takeout untuk mencoba petualangan bra dan mencari kenikmatan tersembunyi di akhir perjalanan tersebut. And if you can’t find it (the pleasure), don’t be disappointed! There are lots of adventures that you can always go through. Dan itulah yang sat ini si mbah jalani. Semoga petualangan kale ini bisa memberikan kenikmatan yang selama ini si mbah carry. And I gotta leave all of the beautiful things that I’ve had or I could’ve had from this wonderful company. :’)

2012 Resolutions

•January 2, 2012 • Leave a Comment

Selamat Tahun Baru semuanyaa…  Walau terlambat yang penting tetap menyambut tahun baru 2012 yang konon katanya tahunnya kiamat itu.. Tapi si mbah ngga pernah percaya sama yang namanya ramalan ga jelas itu. Udah ah ga usah bahas kiamat. Sesuai janji si mbah tahun lalu, si mabh akan merecap resolusi taun kemaren dan menilai berapa suskses si mbah mewujudkan resolusi tersebut. Dan ternyata, hampir sebagian besar berhasil. Yang ngga berhasil diwujudkan hanyalah resolusi yang sifatnya sekunder. Alhamduu.. lillahh…

- Memulai gerilya untuk terjun ke liga besar  This is soo done. Dengan bangga si mbah menyatakan akhirnya si mbah berhasil mendapatkan pekerjaan di situs berita terbesar di Indonesia. Bahkan project pertama si mbah berhasil launching dengan (agak) sukses.
- (atau) mencari beasiswa S2 luar negri di bidang IT  Karena yang ini sifatnya merupakan alternatif dari target di atas, jadi ketidakberhasilan si mbah mewujudkan resolusi yang ini dapat ditolerir.
- mulai menjalankan bisnis bareng istri FAILED Karena istri si mbah kerepotan ngurus dua anak, alhasil mimpi yang ini harus ditunda dulu
- memulai dan menyelesaikan project pribadi EPIC FAIL Terlalu sibuk dengan project orang lain sehingga project sendiri ditinggalkan.
- mendapatkan dan menyelesaikan minimal 3 dan maksimal 5 project bikin web  Done. Pas banget sama quota maksimum.
- beli earphone buat di kantor (susah bener ampe skrg mau beli) Done. Dapet gratisan sih.. tapi anggep aja done. Yang penting bisa dipake.
- beli sepatu baru buat ngantor (udah mau ancur nih kayaknya) Done. Malah beli 3 sepatu. :p
- beli tambahan perlengkapan elektronik untuk di rumah : Ngga ada yang kebeli. EPIC FAIL
* kulkas 2 pintu
* ac 1/2 pk
* mesin cuci
* dispenser + water purifier
* toolkit + box

Sebenernya ngga perlu kasih alesan sih kenapa sebuah resolusi itu bisa gagal. Bisa jadi hanya tertunda, atau pergeseran prioritas karena seiring berjalannya waktu kita menemukan target baru. Maka dari itu, untuk resolusi taun 2012, si mbah ngga bikin list sepanjang taun kemaren. Singkat aja kok. Berikut adalah listnya :

  • Olah raga pagi tiap weekend secara rutin
  • Stop terima sidejob, fokus sama karir dan keluarga
  • Tingkatkan Iman dan Takwa
  • Pergi ke 2 tujuan wisata dalam negri di luar Jakarta dan Bandung.
  • Bikin website pribadi

That’s it! Sebuah resolusi yang sederhana yang tujuannya adalah menikmati dan meningkatkan kualitas hidup. Banyak sih sebenernya target di tahun ini. Tapi pancasila di atas lebih memiliki prioritas tertinggi untuk diwujudkan. Bismillah.

Buat yang penasaran ada target apa lagi yang si mbah pengen kejar. Nih, saya kasih 2 :

  • Belajar mobile app development,
  • Beli 1 buku per 2 bulan (Hey, big comes from small steps y’all)

Hoodie Woody Freaky – Story of the Early Days

•August 11, 2011 • Leave a Comment

Lama tak bersua, kali ini si mbah datang dengan review musik untuk salah satu band indie yang mungkin masih belom kedengeran di jagad permusikan tanah air. Kebetulan pas lagi mampir ke admin blog lama dapet komen yang menarik. Yaitu diminta untuk mereview lagu mereka. Nama bandnya cukup unik, Hoodie Woody Freaky. Dan kalo ditilik nama sama musik yang mereka bawain sedikit agak ngga nyambung. Tapi pasti ada cerita dibalik pemilihan nama yang mereka pilih itu.

Kita bahas sedikit tentang bandnya. Band ini terdiri dari 3 orang personil yaitu Haikal sang vokalis utama yang merangkap sebagai gitaris, Ayub gitaris, dan terakhir Fikri beatbox. Nama terakhirlah yan membuat band ini menjadi unik. Setidaknya di telinga si mbah baru kali ini dapetin konsep Akustik pake beatbox. Dan beatboxnya juga cukup dominan di semua lagu yang ada di album ini. Warna musiknya lebih ke akustik pop dan sedikit nuansa jazz. Agak mirip sama Boyce Avenue tapi cajon diganti sama beatbox.

Langsung bahas ke albumnya. Lagu pertama di album ini adalah introbeat yang menegaskan bahwa kelebihan band ini adalah beatbox. Karena memang awalannya pake beatbox, baru kemudian disusul sama permainan gitar akustik dengan nada riang untuk memperkenalkan bahwa mereka adalah band pop. Dan lagu pertama ini lumayan seger juga. Soft dan easy listening.

Masuk ke lagu kedua, rain, intro lagu ini sedikit serius. Sedikit terbawa nuansa Jazz Progressif. Dan baru di lagu ini bisa didengerin suara dari Haikal. Sekilas di awal suaranya mirip kombinasi Tompi dan Jay Kay dari Jamiroquai. For the record, lagu rain ini sesuai judulnya berbahasa Inggris. Begitu masuk chorus suasana lagu kembali menjadi riang. Lain halnya dengan lagu ketiga, senyuman. Dari awal lagu ini sudah menunjukkan keriangannya. Jangan protes kalo agak sedikit mirip lagu dari Ran. Dan lagu terakhir, prison and love, suasana lebih santai dan pelan. Lagu terakhir ini juga berbahasa Inggris.

Secara keseluruhan lagu-lagu di album ini sangat easy listening. Suara string dari gitar akustiknya cukup renyah di telinga. Permainan beatboxnya walau terasa dominan di beberapa lagu tapi menjadi kesatuan yang harmonis. Dengan adanya 2 lagu berbahasa Inggris, band ini ingin meraih kesuksesan secara internasional. Meskipun demikian, walau band ini masih sebagai band indie, tetapi aransemen yang mereka buat sudah terasa major. Tentunya band ini masih bisa berkembang lebih jauh lagi dan lebih mengeksplorasi beatbox yang menjadi senjata utama musik mereka.

Oh iya, si mbah sama sekali ngga dapet apa-apa loh dalam mereview musik mereka. Bahkan si mbah merasa terhormat karena bisa diajak mereview musik sebuah band yang masih merintis. Buat yang pengen bandnya direview, boleh kirimin materinya ke sini. Sukses terus buat Hoodie Woody Freaky. Semoga cita-citanya bisa tercapai dan gaungnya terdengar luas.

P.S. : buat yang penasaran sama musiknya silahkan lari ke ‘http://www.acustronica.com/’

Music Review : Limp Bizkit – Gold Cobra

•July 6, 2011 • 2 Comments

Buat yang nunggu-nunggu review musik dari si mbah di lapak baru. Here it is. I’m giving y’all my first music review. And the Hot Album to be reviewed is Limp Bizkits’ Gold Cobra. Kenapa? Jawabannya simple aja. Nih band udah sekian abad (hyperbolically) ga ngeluarin album. Dan ternyata album teranyar ini bener-bener worth to wait. Kalo kalian suka dengerin tipe musik seperti ini yaa..

Kesan pertama yang si mbah dapetin setelah 2 lap dengerin lagu-lagu di album ini adalah, Limp Bizkit kembali ke style awal mereka dalam bermusik. Style kayak itulah yang bikin Limp Bizkit booming pada masanya (damn I’m old). Dan faktor yang paling berpengaruh adalah formasi bandnya yang juga kembali ke era keemasan tersebut. Yup! Wes Borland is back! Dan pengaruhnya luarr biasa. Biar udah ada dua gitaris nyoba ngisi bangku kosong yang ditinggalin dia, ga ada yang bisa nyamain musikalitas dan kegilaan bang Wes.

Abaikan lagu introbra di awal yang menurut si mbah ga penting. Langsung aja ke track nomor 2 Bring It Back. Dijamin langsung terhentak dan bikin pengen head banging. Sayangnya si mbah harus inget umur untuk ngelakuin itu. Lanjut ke track berikutnya Gold Cobra, kita ngedapetin nuansa yang sama kayak lagu nookie di album awal Limp Bizkit. Kemudian lanjutkan lagi ke lagu-lagu berikutnya, kalian bisa dapetin rapcore music yang berkualitas. Kenapa si mbah bilang rap core? Karena Fred Durst 90% ngerap di album ini. Ada kemajuan karena style ngerap doi udah mulai modern, ga terlalu rock kayak di awal. Kayaknya udah banyak dipengaruhi sama rapper-rapper berkulit hitam yang sebenernya. Tapi buat yang ngerasa nyanyian si Fred annoying, yaa harap maklum. Karena dia masih nyanyi juga di sini.

Hampir seisi album adalah lagu yang kenceng. Tapi ada beberapa track yang cukup slow, dengan Fred Durst bernyanyi tentunya. Kayak Walking Away yang cukup slow. Tapi aransemen dari Wes Borland jempolan banget di lagu ini. Ada juga Looser yang cukup slow dan diisi sama nyanyian. Dan sejujurnya di lagi ini nyanyiannya bener-bener annoying. Hihihi.

Well.. Buat si mbah, dengerin album ini serasa kembali ke zaman SMA, pas pertama kali dikenalin sama yang namanya Hard Core. Dan album ini adalah album terbaik setelah Chocolate St*rfish. Ngga terlalu banyak elektronik kayak di album Results May Vary. Kontribusi DJ Lethal agak minim di sini. Tapi menurut si mbah, 80% materi album ini menghibur kuping banget. Penasaran? Sabar yah, albumnya belom keluar. Si mbah juga ini dapet bocoran. Dan sebenernya ada lagu tribute buat Kurt Cobain yang berjudul My Own Cobain. Sayang si mbah ga dapet, dan kalo kata orang yang udah denger, itu adalah lagu terbaik di album ini. Nanti dicari dulu deh.

Track Listing
1. “Introbra” 1:20
2. “Bring It Back” 2:17
3. “Gold Cobra” 3:53
4. “Shark Attack” 3:26
5. “Get a Life” 4:54
6. “Shotgun” 4:32
7. “Douche Bag” 3:42
8. “Walking Away” 4:45
9. “Loser” 4:53
10. “Autotunage” 5:00
11. “90.2.10″ 4:18
12. “Why Try” 2:51
13. “Killer in You” 3:46

Kafe Pisa Cilandak Town Square

•June 23, 2011 • Leave a Comment

Sesuai janji di posting sebelumnya, kali ini si mbah akan ngebahas salah satu restoran penyedia Pizza, walau bukan spesialis restoran Pizza. Eh ini restoran apa cafe yah? Judulnya sih cafe. Jadi si mbah ralat, cafe yang memiliki menu pizza walau bukan spesialis cafe pizza. Bingung bingung dah. Namanya Pisa Cafe. Dan lokasi yang dipilih adalah Pisa Cafe di Cilandak Town Square.

Ceritanya si mbah dan istri merayakan anniversary pernikahan kami yang kedua (huhuyyy). Sepulangnya dari kantor, khusus si mbah pulang dari calon kantor karena abis interview, si mbah dan istri janjian untuk ketemuan langsung di lokasi. Begitu sampe di sana ada beberapa kesan yang kurang menyenangkan dapet dari cafe ini. Pertama, sofa untuk bagian non-smokingnya cuma satu! What the … Dan saat itu si sofa lagi dipake sama bapak-bapak dari jam 4 sampe kami selese makan masih betah aja di situ. For the record, si mbah dan istri nyampe jam 7 an dan pulang jam setengah 9. Yang kedua, karena ga ada sekat dan jarak antara bagian non-smoking dengan smoking areanya, asepnya kecium juga di bagian non-smoking. Hal ini sangat mengganggu buat yang ngga ngerokok dan menghindari asep rokok kayak si mbah.

Tapi setelah nyari alternatif laen ga ada yang kepengen, akhirnya kami putuskan buat tetep makan di situ karena penasaran sama Pizzanya. Sebagai seorang pizza hunter hasrat nyicipin pizzanya ngga tertahankan. Akhirnya kami pilih meja yang ngga banget buat anniversary. Tapi yang penting makanannya bung! Hehehehe…

Agak lupa sih pesen apa aja. Lupa nama-namanya lebih tepatnya. Yang pasti ada fettucini creamy something. Carbonara kalo ga salah. Trus kami pesen juga snacknya yang combo. Yang di dalemnya ada french fries, onion ring, calamary, and semacam lumpia gitu. Dan yang paling krusial, si mbah lupa nama Pizza yang dipesen. Karena waktu itu pesennya yang lagi promo. Tadinya mau pesen yang americana, tapi berhubung yang promo bisa dibilang rasa baru, dan lebih murah juga, jadi pesen yang promo deh.

Fettucininya yang paling afdol dari semua makanan yang kami pesen. Creamy banget. Lebih enak dari terakhir kali makan Pancious. Kalo snacknya sih standar aja. Ga terlalu istimewa. Nah buat pizzanya nih. Sayangnya ngga memenuhi ekspetasi si mbah. Seandainya inget namanya apa. Yang pasti dalem satu loyang ada dua jenis pizza. Dan kedua pizza tersebut rasanya enak. Tapi sayangnya salah satu pizza agak terlalu asin. Dan yang agak bikin kecewa karena sausnya agak terlalu banyak, pizza yang harusnya crispy jadi melempem. Padahal pinggiran dan ketipisannya udah pas banget. Sayang karena faktor melempem itu jadi kurang afdol. Terlepas dari keasinannya, pizzanya enak banget kok. Jadi kalo dinilai rasanya, sudah cukup memuaskan.

Oh ya, untuk minumnya, istri si mbah pesen milk shake tiramisu yang merupakan milk shake paling enak. Kalo si mbah sendiri pesen sesuatu yang ada oreo sama coffeenya gitu deh. Dan kedua minuman ini enak banget. Sedap dahh.. Ngga terlalu manis dan bikin eneg.

Ada satu lagi yang si mbah suka dari Kafe Pisa ini. Yaitu minta parmesan gampang. Ini baru restoran pizza. Ngga kayak beberapa restoran franchise pizza yang pelit parmesan. :p Ada yang disukai ada juga yang tidak disukai tentunya. Pizza yang dipesen si mbah khan dapet bonus nu green tea, yang ukurannya kecil. Dan pas dibuka, di tutupnya si mbah dapet gratis satu nu green tea lagi. Horeeeee! Tapi pas mau dituker ke cafenya, apes. Mereka ngga nerima penukaran. Okelah gapapa. Yang bikin ngenes, tutupnya ga dibalikin. Alamak! Okelah ga bisa nuker di situ, tapi mbok ya dibalikin tutupnya gitu loh. Khan bisa dituker di tempat laen.

Sebagai penutup, Kafe Pisa itu enak banget. Entah cita rasa Italianya itu udah terpenuhi ato belom (secara belom pernah makan di Italia beneran), tapi fettucininya the best so far. Sayang  Pizzanya masih belom bisa dibilang the best. Tapi tetep enak kok. Cukup membikin perayaan anniversary si mbah berkesan. Tungguin liputan pizza hunter berikutnya yak. Punten pisan ga bisa kasih foto.

Bonus : kemaren-kemaren si mbah dibawain pizza dari oh lala. Pizzanya enak, crispynya dapet. Sayang toppingnya biasa aja dan kurang saus. Jadi ngga terlalu berkesan. Plus udah ngga fresh juga pizzanya. Jadi mungkin nanti mau coba makan pizzanya langsung di cafenya.

Movie Review : Rio

•June 20, 2011 • 2 Comments

Weekend kemaren si mbah sukses ngeracunin anakku buat nonton film tentang burung ini. Soalnya emang dari dulu pengen banget nonton film ini. Dan ternyata si kecil seneng banget nontonnya. Walau cuma 15 menit pertama aja. Abis itu, bapaknya ditinggal nonton sendirian dan dia asik maen yang laen. Tapi gapapa.. Ada perasaan seneng sedikit karena berhasil menghibur si kecil pake lagu-lagu yang ada di film ini.

Film animasi besutan Blue Sky Studios ini sangat menghibur. Alur cerita yang ngga konyol (tapi tetep lucu dan kocak), lagu-lagu yang enak banget, dan juga animasinya cukup keren. Ngga terlalu realistis jadinya nuansa artificial dan kartunnya kerasa. Mungkin para animatornya ngga pengen gambar-gambarnya terlihat terlalu hidup. Tapi penggambaran setiap hewan di film ini sangat detail dan terlihat menyerupai hewan aslinya. Cuma ada beberapa tokoh yang dibikin seperti layaknya tokoh kartun. Seperti tokoh nico, burung yang tubuhnya besar tapi sayapnya kecil banget.

Ceritanya sendiri cukup menyentuh dan mneghibur. Alkisah ada seekor burung Spix’s Macaw yang tertangkap dan diselundupkan. Malang bagi sang penyelundup, box yang diisi burung tersebut jatuh dan ditemukan oleh seorang gadis bernama Linda. Linda dan si burung yang diberi nama Blu pun menjadi sahabat. Oh ya, karena terlalu lama berada di dalam sangkar, Blu ngga bisa terbang. Terus Linda ketemu seorang pria yang meyankinkannya untuk pergi ke Brazil karena Blu adalah spesies langka yang ingin dikawinkan dengan burung lain yang satu spesies untuk mencegah kepunahan.

Setelah mereka tiba di Brazil, ternyata Blu dan burung wanita yang (harusnya menjadi) pasangannya diculik/dicuri. Dan petualangan seru di film ini pun dimulai. Cerita mengalir tentang bagaimana Blu dan Jewel berusaha kabur, sampai bertemu teman-teman di hutan, kemudian sampai ke Blu belajar terbang. Alur cerita disusun dengan rapi jadi menontonnya terasa sangat enteng.

Langsung ke penilaian aja. Film ini seperti yang si mbah bilang di atas sangat menghibur. Dari humornya sampe ke musiknya. Terutama lagu pembuka dan lagu penutup. Si kecil aja asik joged begitu denger lagu-lagunya Rio. Jadi kalo butuh hiburan film ini wajib ditonton. Belom puas nonton filmnya, maen gamenya aja. Angry Birds Rio. Sama serunya. Malah sekarang udah ada updatenya 2 level baru, beach and carnival. Makin bikin penasaran pengen namatin. Hihihihi… Met nonton.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.